Selasa, 17 Juni 2008

Kerikil Hitam dan Kerikil Putih

Beberapa puluh tahun yang lalu, bila seseorang berhutang uang, ia dapat dijebloskan ke dalam penjara. Ada seorang pedagang yang mengalami nasib sial, karena mempunyai banyak hutang kepada peminjam uang.
Peminjam uang yang sudah tua dan berparas jelek itu ternyata menyukai anak gadis si pedagang yang berwajah cantik. Ia mengajukan tawaran kepada si pedagang bahwa ia akan menghapus hutang si pedagang itu kalau ia memberikan anak gadisnya.
Si pedagang dan anak gadisnya merasa ngeri atas tawaran tersebut. Sementara itu si peminjam uang yang licik itu mengatur strategi agar mereka membiarkan keadilan memutuskan penyelesaian atas persoalan itu.
Ia mengatakan kepada mereka berdua bahwa ia akan menaruh dua butir kerikil ke dalam tas yang kosong, satu berwarna hitam dan satunya putih. Si gadis harus memilih satu diantaranya. Jika ia memilih kerikil hitam, maka ia harus menjadi istrinya dan hutang ayahnyapun akan dihapuskan.
Jika ia menolak mengambil kerikil itu, ayahnya akan dijebloskan ke penjara, hingga ia akan mati kelaparan karena tidak ada orang yang akan memperhatikan dia.
Akhirnya dengan penuh keraguan, si pedagang setuju. Mereka berjalan menuju taman milik si pedagang. Tiba-tiba si peminjam uang berhenti dan membungkukkan badannya memungut dua butir kerikil.
Ketika ia melakukan hal itu si gadis mengamati gerak-geriknya dengan seksama bercampur takut. Ia melihat bahwa si peminjam uang itu mengambil dua butir kerikil yang berwarna hitam, dan memasukkannya ke dalam tas. Kemudian si peminjam itu meminta si gadis untuk memilih kerikil yang ada di dalam tas.
Jika anda mengalami situasi seperti si gadis itu, apa yang dapat anda lakukan? Jika anda mempunyai jalan keluar untuk gadis itu, apa yang akan anda nasehatkan?
- Gadis itu sebaiknya menolak mengambil kerikil?
- Gadis itu harus memberitahu bahwa di dalam tas ada dua buah kerikil hitam dan mengatakan kepada orang-orang bahwa si peminjam uang adalah seorang penipu.?
-Gadis itu sebaiknya mengambil sebuah kerikil yang berwarna hitam dan mengorbankan dirinya demi menyelamatkan ayahnya?
?


?


?

Gadis tersebut di atas ternyata memasukkan tangannya ke dalam tas dan mengambil sebutir kerikil. Tetapi tanpa melihat pada kerikil yang diambilnya, ia meraba-raba dengan gemetar sehingga kerikil itu jatuh di antara kerikil-kerikil yang lain di atas tanah. Kerikil yang jatuh sudah tidak jelas bantuk dan warnanya.
"O, betapa memalukan aku ini," katanya.
"Tidak apa-apa. " kata si peminjam uang.
" Nah sekarang jika anda melihat di dalam tas, maka anda dapat mengatakan kerikil mana yang telah saya jatuhkan. Sebab dengan mengetahui warna kerikil yang ada di dalam tas maka engkau akan tahu kerikil mana yang telah saya pilih." jawab si gadis.
Karena yang tertinggal di dalam tas adalah kerikil hitam, maka dapat dipastikan bahwa gadis itu telah memilih " kerikil putih ' .
Tentu saja sipeminjam uang tidak akan mau membongkar ketidakjujurannya.
Maka dengan demikian seluruh hutang si pedagang dihapuskan dan gadis itu tidak jadi dinikahinya." Serapih - rapihnya kezaliman yang dipersiapkan , masih kalah hebat oleh sebuah kecerdikan "


djodiismanto.blogspot.

Jumat, 13 Juni 2008

Eka Tjipta Widjaja - Pendiri Sinar Mas Grup

Siapa yang tidak kenal dengan Eka Tjipta Widjaja? Ya, Eka merupakan pendiri Sinar Mas Grup
yang kini bertengger di posisi ketiga dalam daftar sepuluh orang terkaya di Indonesia versi
majalah Globe Asia 2008 dengan total kekayaan U$ 3,8 miliar. Tentu saja kesuksesan yang
diraih Eka dicapai dengan penuh perjuangan dan kerja keras dari usia belia.
Jiwa bisnisnya sudah telihat ketika ia berusia sembilan tahun. Saat itu, Eka dan keluarganya
hidup dalam kemiskinan. Eka pun membantu sang ayah berjualan di Ujung Pandang untuk
memenuhi kebutuhan keluarga. Eka pun berjualan dari rumah ke rumah. Walaupun hanya dapat
berkomunikasi dalam bahasa Hokkian, Eka tidak patah semangat untuk berjualan. Ia banyak
menggunakan bahasa "Tarzan", yaitu dengan menujuk-nunjuk atau menggunakan bahasa
tubuh untuk menjual barang bawaannya.

Karena terdidik dengan pola sebagai pedagang, ia pun memutuskan untuk berusaha sendiri
pada usia yang masih sangat belia, 15 tahun. Usaha pertama yang dilakukannya adalah menjual
biskuit dan gula-gula. Namun karena tidak ada modal, Eka lantas bermaksud mengambil barang
dulu dan kelak setelah menjadi uang baru dibayar. Tentunya, ia tak langsung dipercaya. Ia
banyak sekali mendapat penolakan di beberapa toko grosir.

Ditolak di beberapa grosir tak membuatnya berputus asa. Eka pun menaruh jaminan ijazah SD
sebagai identitas untuk bisa mengambil barang-barang dagangannya. Dengan cara ini, ia pun
pelan-pelan bisa mendapat kepercayaan mengambil barang tanpa harus membayar di muka,
meski barang yang bisa dijual tidak banyak. Kala itu, ia mendapat jatah empat buah kaleng
biskuit dan gula-gula kembang senilai 21,50 gulden. Dengan barang jualan itu, ia selalu
bersemangat berjualan dengan bersepeda ke toko-toko di wilayah Makasar. Pelan tapi pasti,
usaha ini terus berkembang hingga akhirnya ia bisa berjualan dengan menyewa becak.

Saat mulai berkembang, bisnisnya sempat goncang. Ketika Jepang masuk Makasar tahun 1941,
ia jatuh miskin lagi. Tetapi Eka memang tipikal orang yang pantang menyerah. Meski jatuh
berkali-kali, ia tetap semangat membangun kembali usahanya. Saat itulah ia melihat truk-truk
tentara Jepang yang sedang membuang bongkahan. Eka melihat sak-sak tepung terigu, semen,
besi-besi bekas, dan merasa barang-barang itu merupakan peluang bisnis yang bisa digarap
untuk kembali membangun usaha. Barang-barang bekas tersebut lantas dibawanya kembali ke
rumah, dibungkus seperti semula, kemudian dijualnya. Perkiraannya ternyata tepat. Barang
bekas itu ternyata laku.

Itulah gambaran keuletan seorang Eka Tjipta. Figurnya memang dikenal pantang menyerah.
Dengan kekayaan mental itu, usaha demi usaha yang dirintis oleh Eka berbuah manis. Kini,
dengan Sinar Mas-nya, ia telah memiliki empat sayap bisnis utama yang meliputi bisnis finansial,
bubur kertas (pulp) dan kertas, agrobisnis, dan real estate. Bisnis keuangan dikendalikan Sinar
Mas Multiartha, sementara usaha pulp di bawah Asia Pulp & Paper. Sementara itu, kelompok
agrobisnis dikendalikan Smart Corp dan propertinya ada di bawah kendali Duta Pertiwi.

Eka bukan hanya memiliki jiwa bisnis, namun ia juga memiliki jiwa sosial. Untuk itu Eka
mendirikan yayasan "Eka Tjipta Foundation" sebagai bentuk kepedulian sosialnya. Eka berusaha
menunjukkan kepedulian dengan mendirikan sebuah organisasi nirlaba yang di antaranya
memberikan perhatian pada persoalan pembangunan sosial kemasyarakatan.

Berada ditengah-tengah perekonomian keluarga yang sulit membuat Eka harus berjuang
membantu orangtua mencukupi kebutuhan mereka. Semangat dan tekad yang kuat untuk
membantu keluarganya berbuah manis. Berbagai pengalaman pahit dalam berdagang ia jalani
dengan sikap optimis. Eka merupakan sosok yang tidak mudah putus asa dan pantang
menyerah. Ketika gagal ia mampu untuk bangkit lagi. Bangkit dengan membaca peluang yang
ada disekitarnya. Kekayaan mental seperti inilah yang perlu selalu kita miliki untuk menjadi
seorang pemenang, dalam segala bidang.

Sumber : Andriewongso.com

Sabtu, 07 Juni 2008

Kecewa Bukan Karena Gagal

Ada orang yang dengan “bijak” mengatakan jangan memiliki cita-cita yang tinggi supaya tidak kecewa. Mungkin yang dia maksud adalah Anda jangan punya cita-cita yang tinggi, karena Anda akan gagal, dan Anda akan kecewa. Dia bukan menasihati Anda, tetapi dia underestimate terhadap Anda. Tapi Anda jangan marah kepada dia, karena maksud dia adalah baik, hanya tidak mengerti saja.

Saya akan menasihati Anda (dan juga saya sendiri), milikilah cita-cita yang tinggi, sebab Anda (dan saya) memiliki potensi untuk mencapainya, dan tekunlah sampai berhasil. Anda (dan saya) insya Allah bisa.

Bagaimana kalau gagal? So what gitu? Ya, coba lagi! Gimana kalau kecewa? Ya, jangan kecewa!

Kecewa adalah pilihan Anda, Anda mau kecewa atau tidak, semua karena Anda yang memilih, bukan karena kegagalan. Jika Anda menyuruh saya menuliskan orang-orang yang gagal tetapi malah bahagia, wah entah berapa buku yang bisa saya tulis. Banyak lho!

Bisnis dengan Berpikir Positif

Kekuatan berpikir positif akan memberikan pengaruh kepada berbagai bidang, termasuk dalam bisnis. Sebagaimana yang kita pahami, bahwa jika kita memiliki pikiran positif, maka kita akan menghasilkan hal-hal yang positif juga, termasuk dalam bisnis. Jadi kita harus menerapkan berpikir positif pada bisnis agar bisnis kita lebih baik.

Oleh karena itu kami menerbitkan sebuah ebook baru yang menjelaskan bagaimana menerapkan berpikir positif pada bisnis internet. Hal ini karena saya ingin membantu para pebisnis internet baik yang baru mulai maupun yang sudah berjalan untuk menjalani bisnis internet dengan pikiran yang lebih positif.

Bukan hanya lebih positif, Anda bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Menjalankan bisnis internet dengan penuh optimis, percaya diri, dan bahagia. Dalam ebook ini, Anda akan belajar itu semua. Intinya bagaimana meraih sukses bisnis internet dengan indah.

http://www.bisnis-internet.info

Andalah Yang Menentukan

Jangan pernah lagi mengeluh dan menyalahkan lagi orang lain. Jangan juga selalu mencari pembenaran karena Anda membuat kesalahan atau tidak melakukan sesuatu. Jika tiga kebiasaan ini masih bersama Anda (mengeluh, menyalahkan, dan pembenaran) maka hidup Anda akan pasif, Anda tidak akan mendapatkan apa yang Anda mau.

Mulailah untuk hidup lebih aktif. Sadarilah bahwa Anda yang menentukan apa yang mau Anda pikirkan dan lakukan. Bukan orang lain, bukan politik, bukan kondisi, bukan juga pemerintah. Semua terserah Anda. Jika Anda mau bergantung, cukuplah bergantung kepada Allah, bukan yang lainnya.

Jumat, 06 Juni 2008

Solusi Cerdas

Alkisah di sebuah hutan tampak seekor kera kecil sedang memanjat pohon, tiba-tiba datanglah Angin Utara dan Angin Selatan.

Angin Utara berkata :

" Lihatlah anak kera itu, marilah kita berlomba siapa yang dapat menjatuhkan anak kera itu dari pohon!"
"Oke mari kita coba!" Angin Selatan menjawab.

Angin Utara dengan kencangnya mulai meniup anak kera tersebut, kera kecil langsung berpegang erat di pohon tersebut sehingga sulit bagi sang Angin untuk menjatuhkannya.

Kini tiba giliran Angin Selatan, dengan pelannya ia meniup si kera tersebut.

"Ha..ha.. dengan angin kencang saja ia tidak bisa jatuh bagaimana dengan tiupan seperti itu" ejek Angin Utara.
Angin Selatan diam saja, ia terus meniup dengan angin sepoi-sepoi sehingga tampak anak kera tersebut menjadi mengantuk, dan tak lama kemudian si anak kera tersebut tertidur dan jatuhlah ia ke tanah.

" Terkadang kelembutan dan pendekatan justru lebih mampu memecahkan persoalan dibandingkan kekerasan "
Di Karang Anyar - Jawa tengah , kalau tidak salah dari pemberitaan salah satu station TV swasta diinformasikan adanya temuan alat yang bisa mengubah singkong menjadi bio etanol dengan biaya produksi cuma Rp. 3000 / liter , jadi hanya setengah harga premiun sekarang.

Alat itu berharga sekitar 2 jutaan , mudah dirakit tiap keluarga dan dipasang pada tiap - tiap rumah tangga , dan pada gambar tayangan TV terlihat proses mulai pencabutan singkong di kebun sampai ke pengisian bio etanol ke sebuah sepeda motor dan proses memasak menggunakan kompor.( lihat video di
www.liputan6.com )

Ini adalah salah satu solusi cerdas , katimbang demo dijalan , sweeping angkutan umum , bakar ban , menutup jalan sampai dengan bentrok dengan aparat.

Padahal penemunya ngga sekolah . . . dan nota bene secara teknologi dan secara secara intelektual lebih rendah dari mereka yang belajar di perguruan tinggi . . . . .

Keadaan apa pun yang kita hadapi sebenarnya bersifat netral. Kita lah yang memberikan label positif atau negatif terhadapnya.

Seperti yang dikatakan filsuf bijak, ... ''Peristiwanya sendiri tidak penting, tapi respon terhadap peristiwa itu adalah segala-galanya.''